Cermin Jiwa

June 27, 2008

36th @ 1:46 pm | Puisi |

Aku melihat dengan mudah
setiap kejadian yang ada didepanku
mudah untuk menyalahkan
apa yang tak sesuai dengan nalarku
Semua yang hadir tampaknya adalah masalah-nya
dan tidak padaku

Meluruskan, mendebat dan mengajari jadi keahlianku
Ahli karena berulang2 dan
berulang-ulang karena yang diajari tak juga mengerti

Ini kesalahan mendasarku sebagai seorang pejalan
yang katanya sedang ingin diajari
tapi lupa karena malah lebih sibuk berapologi

Trilogi ‘Tuhan’, ‘Aku’ dan apapun ‘Selain aku’
seharusnya hanya membincangkan tentang aku
Dan selain aku hanyalah materi pengajarannya

Dia, mereka dan semua kejadian itu
benar2 perantara yang tak layak dipersalahkan
Mereka hanyalah pembuka ihwal keadaan jiwa

Cermin jiwa adalah peran mereka
Terlebih pasangan sejati
tak ada distorsi tentang siapa kita

Apabila ada dominasi dari pasangan
itu berarti sang jiwa masih dikuasai tabiat raga
Apabila ada pengkhianatan dalam pernikahan
pastilah karena kemunafikan pada Tuhan

Kalau mereka menjadi cermin jiwa
tak seharusnya cermin yang dipecahkan
Sebaliknya kita bersyukur, melaluinya
Dia mengirim kabar tentang jiwa

Comments »

yang pengen dapet kopi.... tulis di sini :D


Photography Friendster Feed Mybloglog Yahoo Messenger    

Para Penulis

  • Kopi pahit
  • Melintas Bumi
  • 36th

Kategori

Tulisan Terakhir

Sering dibaca

yang Komentar