PERKUATLAH DINDING KOLAM KALBUMU
18 January 2007
"The Secret Garden"-nya MR Bawa Muhaiyaddin. terjemahan dari bapaknya Nurul
Anak-anakku, cucu-cucuku yang kucintai, kini mari kita pergi menengok sebuah kolam.Dimana pun jatuhnya hujan, airnya akan mengalir ke bawah dan terkumpul pada tempat-tempat yang kosong atau rendah di bumi, membentuk kolam-kolam. Demikianlah, dengan cara yang mirip, rahmat Tuhan mengisi kolam hati. Sebuah ruang-kosong secara alami terbentuk di dalam diri kita sewaktu kita dijadikan. Ia terbentuk dari kepercayaan dan keyakinan yang ajeg dari orang-tua dan penghulu-penghulu kita, dan dari hubungan mereka yang terus-menerus dengan sifat-sifat dan af’al (tindakan-tindakan) Tuhan. Rahmat Tuhan adalah air-segar yang terkumpul dalam ruang-kosong alami ini yang kemudian dapat memberikan mashlahat bagi semua kehidupan.
Anak-anakku semua, sekali pun secara alami engkau mungkin memiliki ruang-kosong seperti ini, sangatlah perlu untuk berada dibawah panduan dari seseorang yang memiliki hikmah, seorang mursyid sejati, seorang ayah yang akan mengajarimu bagaimana mendapatkan pasokan air-segar secara kontinyu. Dan seandainya saja engkau tidak memiliki ruang-kosong itu, maka dia akan memperlihatkan kepadamu bagaimana cara membuatnya. Dia akan menunjukkan dimana lahan yang cocok untuk dibangunnya kolam seperti itu.
Dia akan memilihkan suatu tempat di lubuk-kalbumu, dimana telah terbentuk suatu cikal-bakal tepian yang meninggi pada sisi-sisinya dan awal dari suatu lubang di tengah-tengahnya. Kemudian sang ayah akan mengajarimu bagaimana membangun dinding-dinding penopang di sekitarnya agar air dapat terkumpul.
Dengan apakah dinding-dinding kolam dibangun? Dengan keyakinan, kepastian, determinasi yang dikenal sebagai iman; dengan upaya, kewaspadaan, konsentrasi, dan sifat-sifat dari Tuhan. Inilah bahan-bahan yang akan mengokohkan dinding-dinding itu. Engkau haruslah membangun kolam ini dengan bahan-baku dari Tuhan. Persiapkanlah kolam ini di lubuk-kalbumu sehingga air keagungan dapat terkumpul di sana ketika rahmat dari keadilan Tuhan, rahmat dari sifat, af’al dan tugas-Nya, rahmat dari ilmu ilahiah ‘ilm dari-Nya, sungai madu dan sungai susu mengalir masuk. Kolam itu haruslah kuat agar semua air itu dapat tertampung.
“Anak-anakku,” sang Mursyid akan memperingatkanmu, “apabila engkau tidak membangun dinding-dinding ini dan memperkuat kolammu, maka badai, topan, banjir dan gempa-bumi akan meruntuhkanya.” Dan ketika kekuatan-kekuatan penghancur ini tengah menyerangmu, sang Mursyid akan memusatkan perhatiannya kepadamu, dan berkata, “Engkau harus memiliki determinasi!
Engkau harus berdiri kukuh! Tambahkanlah lebih banyak lagi cinta dan kasih-sayang Tuhan untuk memperkuat dinding-dinding kolam. Berikanlah semua pertanggung-jawaban kepada Dia yang memang bertugas memikul tanggung-jawab. Karena badai tengah menjelang, perkuatlah kolam itu. Perkuatlah sifat-sifat baikmu!”
Dinding-dinding kolam boleh-jadi mengalami guncangan yang hebat ketika topan dari lima unsur, gelombang waham, turbulensi syahwat dan godaan pikiran menyerbu dirimu. Keselamatan kolammu terancam oleh egoisme, kecemburuan, dendam, pengkhianatan, perbuatan jahat, pembunuhan, pembalasan, keraguan, iri-hati, kemunafikan, fitnah, gairah, kepalsuan, pencurian, dan sedemikian banyak kejahatan lainnya. Setiap sifat syaithan akan menyerbu ke arahmu: kepada jiwamu, kebenaran, pengabdianmu kepada Tuhan dan keagungan-Nya, dan kepada susu dari kebijaksanaan yang terbangunkan, atau gnanam. Sang Mursyid akan mengusir kejahatan-kejahatan agar hal-hal yang baik dapat diselamatkan. Dia akan bersikap keras kepadamu dalam saat-saat yang penuh bahaya, karena dia mengetahui bahwa semua yang dapat menghancurkanmu tengah menjelang dengan pesatnya. Dia akan mengecam keterikatan-keterikatan yang mencancang pikiran dan kehendakmu, nasab-mu, segala macam keterkaitanmu kepada agamamu,
suku-bangsamu, dan keluargamu. Pada saat seperti itu, seolah-olah ayahanda-hikmahmu itu melukaimu. Boleh-jadi dia memelototimu; atau menghukummu dengan kebijaksanaannya – akan tetapi, sama sekali dia tidak sedang berusaha mencederaimu. Dia tengah menghancurkan kekuatan-kekuatan yang sedang berusaha menelanmu. Pada mulanya, tindakan-tindakan sang mursyid boleh-jadi terasa
menyakitkan, akan tetapi apabila engkau tabah menerimanya – akan engkau pahami bahwa itulah yang terbaik bagimu.
bersambung…….




Alhamdulillah…Begitu segarnya mendengar ceramah Sheikh Bawa.
Alhamdulillah juga ketemu blog baru yang isinya penuh dengan aura kecintaan kepada Tuhan.Subhanallah
Mas Rudi ini temannya mas Herry Mardian yah. Kirim salam yah ama beliau.sudah lama tidak ketemu di yahoo group.
Semoga mas Rudi selalu dalam Cinta dan Kasih SayangNya
May He always presece in every step of your life
May your heart always be in His Light
Amin.Amin Ya Rabbal Alamin
Comment by Dimas — 25 April 2007 @ 8:40 pm
Wah..jadi ada masukan yg bagus nih dari tulisan diatas..Mas Rudi kenalin sy Deden. Terus terang sy lagi nggak enak perasaan dg Ayah hikmah sy..ternyata berat dan sakit juga kalo ingin mencari Sang Diri. Kisah diatas agak mirip dg situasi sy saat ini..makasih yah..ternyata Sang Penggerak Sesuatu memudahkan sy menemukan blog ini.
Comment by deden abdul rojak — 14 June 2007 @ 10:57 pm
@ Dimas : iya nanti saya sampaikan salamnya, Insya Allah. terima kasih atas kunjungannya.
@ deden : sama-sama mas Deden
Comment by kopipahit — 18 June 2007 @ 4:11 pm